NEGERI UJUNG UTARA

NEGERI UJUNG UTARA
PWI REFORMASI

Rabu, 24 Agustus 2011

PWI-Reformasi Do’a Bersama “Pesan Dari Rakyat Harus Disampaikan“





Natuna,– Dalam ruang pertemuan Kantor Sekretariat sementara Persatuan Wartawan Indonesia Reformasi (PWI-R) Korcab Kabupaten Natuna Minggu (31/7) kemaren tampak dipenuhi sejumlah insar pers. Mereka berkumpul dalam rangka menyambut datangnya Bulan Suci Ramdhan 1432 H. Usai melakukan doa bersama, sejumlah dialog pers antar sesama rekanan juga turut menghiasi suasana malam.


Ketua PWI-Reformasi Korcab Natuna Riky Rinovsky dalam kata sambutannya mengatakan bahwa, PWI-Reformasi hadir di Natuna berawal dari pemikiran sejumlah rekan-rekan pers untuk menghadirkan suatu lembaga berprofesi kewartawan. Menurutnya, selama bertugas sebagai jurnalis, bisa saja seorang wartwan membuat sebuah pemberitaan yang sifatnya kritik dalam arti ingin membangun daerah. Namun disaat kritikan itu tidak dapat diterima oleh yang bersangkutan hingga sampai kerenah hukum, si-penulis merasa dirinya tidak ada yang mendampingi, karena itu perlu dibantuk sebuah wadah profesi yang benar-benar dapat melindungi mereka (wartawan-red).  


Katanya, setiap pemberitaan yang bersifat keras bukan beratti menyudutkan sebuah instansi, tetapi semua itu adalah fakta yang harus disampaikan oleh si-penulis terhadap informasi yang diperolehnya dari rakyat.
“ Ini memang beban kita sebagai jurnalis, kita harus menyampaikan pesan-pesan atau sebagai penyambung lidah rakyat, dalam konteks sebuah pemberitaan yang harus kita munculkan di public. Sayangnya disaat berita itu muncul kita dihantui baik berupa ancaman terror maupun diskriminasi. Maka tergeraklah hati teman-teman untuki mencari satu wadah agar teman-teman pers yang bekerja diruang lingkup Kabupaten Natuna ini bisa terakomodir secara keseluruhan “. Papar Riky.

Menurutnya, liku panjang terbentuknya PWI-R Korcab Natuna juga berawal dari adanya masukan oleh sejumlah rekan pers yang berada di Provinsi Kepri. Masukan tersebut muncul dari lisan Ketua Koordinator PWI-Reformasi untuk wilayah Kepri. Dikarenakan komunikasi terus berjalan dan mendatangkan suatu pencerahan bahwa ada suatu wadah yang mampu mengayomi insan pers, baik itu disaat terjadi benturan hukum, maupun perselisihan.  

“ Jadi wadah inilah yang menjadi mediasi untuk sebuah pencapaian, sehingga para insan pers sendiri tidak merasa takut untuk mengungkapkan fakta-fakta yang ada khususnya di Kabupaten Natuna, salah satunya adalah PWI-Reformasi “. Katanya memastikan.

Riky menjelaskan bahwa kehadiran PWI-Reformasi Korcab Natuna sudah memiliki identitas jelas, salah satunya adalah bukti pengakuan hukum yang dikelurkan oleh Kantor Direktorat Jendarl Pajak. Tinggal bagaimana rekan-rekan yang ada dapat menyatukan keinginan ikut terlibat membantu pemerintah mempercepat proses pembangunan khususnya di Kabupaten Natuna.

“ Untuk sebuah perubahan saya rasa masih jauh, kenapa demikian kita bisa berikan satu contoh dari Kabupaten yang seiring berjalan dengan Kabupaten Natuna itu lebih maju. Disini ada satu PR buat kita sebagai pers. Saat ini PWI-Reformasi Korcab Natuna telah terbentuk dan sudah dikeluarkasn SK-nya. Lebih kuat lagi telah diberi pegangan dari Direktoral Jendral Pajak, mereka mengeluarkan tanda bukti bahwa PWI-Reformasi Korcab Natuna telah sah secara hukum. Artinya kita sudah bisa membuat suatu agenda kegiatan dalam konteks pemikiran-pemikiran jurnalis ini kita lebur menjadi satu dan mengapai sebuah pemikiran terhadap pembangunan Natuna “. Jelas Riky.

Pada kesempatan yang sama Sekretaris PWI-R Korcab Natuna, Amran meminta kepada setiap rekan-rekannya agar dapat menulis berita sesuai dengan fakta dan mengacu kepada Kode Etik Jurnalistik (KEJ). Katanya, bagi siapa yang sudah membulatkan tekat terjun kedalam dunia jurnalis harus siap menanggu resiko atas berita yang dibuatnya. Karena itu, Amran meminta agar si-penulis terlebih dahulu dapat memahami apa sebenarnya tugas dan tanggung jawab seorang jurnalis.

“ Sebenarnya wartawan itu berada dalam bahaya, ibarat orang terkena penyakit mati badan sebelah. Karena sebelah badannya berada dalam kondisi aman, yang sebelah lagi dalam bahaya. Jadi yang memilih menjadi wartawan dia harus siap menerima resiko. Meskipun kita bukan seorang idealis, tetapi disaat ucapan-ucapan masyarakat itu harus dikemukakan, kita juga harus siap menulisnya, sekalipun itu tantangan berupa maut, tolong pesan dari rakyat ini kita kemas menjadi sebuah berita, dan berita itu harus muncul kepermukaan “. Tegas Amran meminta. 



Tidak ada komentar:

Posting Komentar

RSS FEED