NEGERI UJUNG UTARA

NEGERI UJUNG UTARA
PWI REFORMASI

Rabu, 07 September 2011

BNPP Akan Teliti Kepemilikan Pulau Pandan

http://kepri.antaranews.com/berita/17829/bnpp-akan-teliti-kepemilikan-pulau-pandan


Batam (ANTARA News) - Badan Nasional Pengelolaan Perbatasan akan meneliti kepemilikan Pulau Pandan apakah bagian dari Indonesia atau bukan.

"BNPP akan turun langsung untuk melihat pulau itu," kata Peneliti Madya Perbatasan Laut Kementerian Pertahanan Mukkarom di Batam.

Pulau Pandan, terletak sekitar 200 mil sebelah utara Pulau Sekatung, Kabupaten Natuna, Provinsi Kepulauan Riau tidak tercatat sebagai bagian dari Indonesia, namun, masyarakat sekitar menyatakan pulau yang berdekatan dengan daratan Vietnam itu milik Negara Kesatuan RI.

Mukkarom mengatakan Indonesia mendaftarkan Pulau Sekatung sebagai pulau terdepan dalam badan internasional, bukan Pulau Pandan, sedangkan pulau itu terletak jauh di utara Pulau Sekatung.

"Untuk itu nanti akan dipastikan," kata dia.

Camat Bunguran Utara, Kabupaten Natuna Provinsi Kepulauan Riau, Sabki Muhammad mengatakan banyak orang Vietnam yang berlabuh di Pulau Pandan.

"Banyak orang Vietnam yang sandar bersama nelayan kita," kata dia.

Selain sandar, warga Vietnam juga mengeruk pasir dan batu karang Pulau Pandan.

"Kami sedih sekali melihat pulau itu nyaris tenggelam karena pasir dan batu karangnya diambil," kata dia.

Kalau pulau itu hilang, kata dia menambahkan, maka sebagian wilayah NKRI akan berkurang.

Camat Bunguran Utara juga mengungkapkan tanda kepemilikan pulau-pulau terluar Indonesia di Provinsi Kepulauan Riau dirusak nelayan asing yang lalu lalang.

"Lampu tanda pulau itu adalah wilayah Indonesia dirusak dan dihancurkan nelayan asing," kata Camat.

Ia mengatakan banyak tanda kepemilikan pulau oleh Indonesia yang dirusak nelayan asing, di antaranya di Pulau Tokong Boro, Kabupaten Natuna.

"Saya khawatir, bila tanda itu hilang, wilayah Indonesia juga hilang," kata dia.

Aparat penegak hukum, kata dia, tidak bisa mengontrol tindak nelayan asing yang merusak properti negara, karena pulau-pulau terdepan terletak sangat jauh dari pantauan.

Selain itu, ia juga mengatakan khawatir karang batu (tokong) yang ditetapkan sebagai pulau terdepan diledakkan oleh pihak asing, sehingga Indonesia kehilangan wilayah.

(ANT-YJN/B013/Btm3)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

RSS FEED