Kabupaten Natuna merupakan salah satu kabupaten di Provinsi Kepulauan Riau. Memiliki luas wilayah 3.235,18 km2 dengan Ranai sebagai ibukota kabupaten. Wilayahnya berbatasan dengan Negara Vietnam dan Kamboja di sebelah utara, Kabupaten Kepulauan Riau di sebelah selatan, Semenanjung Malaysia dan Pulau Bintan di sebelah barat.
Kondisi TOPOGRAFIS Ranai
Berdasarkan kondisi fisiknya, Kabupaten Natuna merupakan tanah berbukit dan bergunung batu. Dataran rendah dan landai banyak ditemukan di pinggir pantai. Ketinggian wilayah antara kecamatan cukup beragam, yaitu berkisar antara 3 sampai dengan 959 meter dari permukaan laut dengan kemiringan antara 2 sampai 5 meter. Pada umumnya struktur tanah terdiri dari tanah podsolik merah kuning dari batuan yang tanah dasarnya mempunyai bahan granit, dan alluvial serta tanah organosol dan gley humus.
Kondisi Iklim dan cuaca
Iklim di Kabupaten Natuna sangat dipengaruhi oleh perubahan arah angin. Musim kemarau biasanya terjadi pada Bulan Maret sampai dengan Bulan Juli. Curah hujan rata-rata berkisar 137,6 milimeter dengan rata-rata kelembaban udara sekitar 83,17 persen dan temperatur berkisar 27,10 celcius.
Kondisi Penduduk
Penduduk Kabupaten Natuna tahun 2008 berjumlah sekitar 106.244 jiwa, dengan laju pertumbuhan per tahun 4,29 persen. Selanjutnya jumlah rumahtangga pada akhir tahun 2005 berjumlah 23.785 dengan jumlah penduduk 93.644 jiwa yang terdiri dari 47.945 jiwa penduduk laki-laki dan 45.699 jiwa penduduk perempuan. Kepadatan penduduk per-km menurut kecamatan menunjukan bahwa Kecamatan Serasan menempati urutan tertinggi yaitu 124,10 jiwa per km2, diikuti oleh Kecamatan Midai 123,97 jiwa per km2.
Potensi alam natuna
Selain letaknya yang strategis kawasan Pulau Natuna dan sekitarnya pada hakikatnya dikaruniai serangkaian potensi sumber daya alam yang belum dikelola secara memadai atau ada yang belum sama sekali, yang meliputi: Sumber daya perikanan laut yang mencapai lebih dari 1 juta ton per tahun dengan total pemanfaatan hanya 36%, yang hanya sekitar 4,3% oleh Kabupaten Natuna. Pertanian & perkebunan seperti ubi-ubian, kelapa, karet, sawit & cengkeh Objek wisata: bahari (pantai, pulau selam), gunung, air terjun, gua, dan budaya Ladang gas D-Alpha yang terletak 225 km di sebelah utara Pulau Natuna (di ZEEI) dengan total cadangan 222 trillion cubic feet (TCT) dan gas hidrokarbon yang bisa didapat sebesar 46 TCT merupakan salah satu sumber terbesar di Asia.Ditemukannya kandungan gas alam cair tahun 1970-an di wilayah ini mengukuhkan Indonesia sebagai produsen dan pengekspor LNG terbesar di dunia. Jumlahnya yang mencapai 45 triliun kaki kubik (TFC) mampu menghasilkan rata-rata 38 juta ton LNG pertahun selama dua dekade. Potensinya cukup besar, dari total cadangan LNG yang ada dinegara ini, diperkirakan 40 persennya berada di lepas Pantai Natuna.
KONDISI FASILITAS TELEKOMUNIKASI natuna
Sebagai sarana komunikasi masyarakat Natuna, layanan fixed phone (Wireline) ynag digelar Telkom sebagai penyelenggara operator telekomunikasi merupakan fasilitas yang pertama memberikan layanan kepada masyarakat disana. Namun jika dilihat dari geografis, topografis dan kepadatan serta penyebaran penduduknya dirasa masih sangat kurang. Dan seiiring dengan perjalanan waktu dan perkembangan teknologi operator GSM masuk dan menawarkan layanan yg ternyata memang cukup bisa diterima masyarakat Natuna.
Potret Layanan Telkom
Kapasitas Layanan POTS : 656 SST
ISI : 533 SST
Kapasitas Layanan Speedy : 144 SSL
ISI : 129 SSL
ARPU : Rp. 100.000/bulan
Berdasarkan data di atas, maka okupansi dari layanan POTS sudah mencapai angka 81% sedangkan Speedy mencapai 89%. Khusus speedy dari jumlah LIS, maka tingkat densitas mencapai angka 24,5 %. Anggka yang sesungguhnya sudah cukup baik apalagi untuk daerah Ranai yang relati masih dalam proses membangun.
Kondisi Jaringan Telkom
Saat awal di bangun jaringan di sini mengandallkan alat produksi eksisting, sehingga saat ini kualitasnya mulai dirasakan menurun. Sekunder banyak yang mulai rusak. Demikian juga dengan Kabel Udara yang kondisinya tidak jauh berbeda. Hal ini berdampak pada kemampuan jaringan untuk layanan Speedy yang sesungguhnya masih berpotensi sangat besar. Gangguan dalam sehari hanya 5 SST dengan titik kerusakan dominan di Saluran Penanggal.
Peluang Bisnis Telekomunikasi
Sesungguhnya jika melihat kondisi di Natuna, peluang untuk mengembangkan bisnis telekomunikasi masih sangat terbuka. Hal ini terlihat dengan masih banyaknya permintaan dari masyarakat yang belum mampu kita penuhi terlebih lagi untuk layanan data.
Dan jika kita melihat Master Plan yang di buat oleh Pemerintah setempat tentang bagaimana konsep penataan kota Natuna ke depan, maka kita perlu mengantisapasinya sejak saat ini.
| Master Plan Tata Kota Natuna |
Design tata kota ini agaknya mirip konsep masyarakat madani, dengan sentral aktifitasnya adalah Masjid (Masjid Agung yang sedang dalam tahap pembangunan).
Dan di wilayah ini jaringan Telkom belum ada,
untuk ini perlu menjadi perhatian manajemen.
Optimieme Para Pejuang Natuna
Dengan kondisi Natuna sebagaimana di atas, para Penjaga Natuna yakni para Pejuang Telkom disana masih optimis bahwa Telkom masih memiliki peluang yang sangat besar untuk mengembangkan layanan telekomunikasi disana, terutama pengembangan data dan internet.
Konsep Tata Kota, bangunan kantor Pemerintahan yang belum terlayani Jaringan telekomunikasi dari Telkom dan Sistem Pemerintahannya yang baru berbenah sehingga masih banyak yang harus dikerjakan pemerintah disana, termasuk proses pengembangan sistem komunikasi dan informasi Pemerintahannya. Hal-hal inilah yang melatarbelakangi kesimpulan bahwa bisnis telekomunikasi terutama data masih sangat menjanjikan .
Bahkan untuk layanan speedy saat ini, para Pejuang ini optimis jika ada penambahan Modul Dslam dan perbaikan sisi jaringan akan bisa menembus densitas speedy sampai dengan 30%. Untuk jaringan di sana Sistem Fiber Optic dirasakan akan lebih tepat untuk menunjang kebutuhan akan layanan telekomunikasi termasuk Data dan Internet.
Obrolan santai ketika sarapan pagi dengan salah seorang tamu penginapan semakin memberikan harapan kepada kita untuk tetap optimis dan segera mungkin mengantisipasi penyediaan layanan telekomunikasi di sana. Tamu tersebut yang ternyata adalah salah seorang pebisnis yg berniat menanamkan modalnya atau berinvestasi di Natuna, daerah yg memiliki potensi alam dan kekayaan laut yang menjanjikan bagi para Pengusaha.
| Pejuang Natuna (dari kanan ke kiri ) :Awang (pendi), Zainal, Wan Khairul (Pendi) dan Harun (Pendi) |
http://hsatmaja.multiply.com/journal/item/11/Kunjungan_Ke_Natuna
Tidak ada komentar:
Posting Komentar