Masyarakat pelosok yang tinggal jauh dari perkotaan Kabupaten sangat mengharapkan adanya sarana komunikasi berupa pembangunan tower telepon seluler. Sebab, dengan sarana komunikasi tersebut mereka dapat memperpendek jarak komunikasi sesama keluarga dan masyarakat lainnya.
Warga Kecamatan Serasan Timur hingga masih terisolir. Layanan telekomunikasi yang merupakan satu-satunya upaya untuk mengatasi keterisoliran itu juga tidak bisa didapatkan dengan baik karena tidak jaringan di wilayah itu.
Selama ini, warga yang ingin menelepon, harus pergi ke kecamatan tetangga yakni Serasan untuk sekedar mendapatkan sinyal dari operator seluler.
Karena itu, warga Serasan Timur sangat mendambakan adanya perhatian dari pemerintah maupun operator seluler untuk membangun tower telekomunikasi di kecamatan ini.
"Kami sangat menginginkan itu. Selama ini, kalau mau menelepon pakai hand phone, kami harus pergi dulu ke Kecamatan Serasan karena di sini tidak ada sinyal. Kalau pun ada sinyal, pasti hilang timbul," kata Wan, warga setempat, akhir pekan lalu.
Ketiadaan sinyal telepon seluler ini juga mengganggu aktivitas pemerintahan. Kepala Unit Pelaksana Teknis Dinas (UPTD) Kecamatan Serasan Timur, Pang Ali mengatakan, hubungan dengan rekan kerja yang berada di Kecamatan Serasan menjadi tidak efisien.
" Untuk mendapatkan sinyal HP, kita harus pergi ke Kecamatan Serasan. Padahal, jarak ke kecamatan tetangga itu sekitar tiga kilometer. Ini jadi tidak efisien," ujarnya.
Menurutnya, pihak operator yakni Telkomsel dan Indosat, pernah melakukan survey lapangan terkait pembangunan tower telekomunikasi. Namun, sampai saat ini belum terealisasi.
"Masyarakat sudah mengusulkan ke pemerintah kecamatan yang selanjutnya oleh kecamatan juga telah meneruskannya ke Bupati Natuna, tapi belum ada perkembangan," kata dia.
Menurut Ali, sudah sepantasnya seluruh wilayah kecamatan di Kabupaten Natuna ini mendapatkan layanan telekomunikasi demi mempercepat laju pertumbuhan di kawasan ini.
Tempat terpisah Tokoh masyarakat Cemaga bunguran Timur Laut , Hairunnazar, menilai keinginan kuat masyarakat untuk memperoleh jaringan telepon seluler karena memang sudah tidak asing dan menjadi kebutuhan hidup sehari-hari.
Menanggapi hal ini, Kabid Pos dan Telekomuniaksi Dinas Perhubungan Pos dan Telekomunikasi Kabupaten Natuna, M.Basir menjelaskan bahwa untuk sementara waktu pihaknya belum dapat berbuat banyak terhadap harapan masyarakat.
“Kita belum dapat mengabulkan keinginan masyarakat karena belum adanya Perda yang mengaturnya. Namun, kita telah berusaha mendatangi sejumlah pengusaha yang memiliki jaringan,” ungkap Basir.
Ia mengungkapkan bahwa pihaknya telah mendatangi salah satu provider untuk meminta informasi pendirian tower agar signal terjangkau warga. Hanya saja, karena alasan profit atau keuntungan, mereka belum bisa mendirikan tower.
"Untuk keperluan dinas, kita sangat membutuhkan layanan komunikasi apa lagi saat ada panggilan dinas dan acara pelatihan yang dipusatkan di Kota Ranai. Terkadang, jika ada kegiatan di Ranai, kita selalu terlambat untuk datang karena memang terlambat mendapat informasinya," kata dia.
“Kita minta masyarakat bersabar karena kita akan berusaha semaksimal mungkin mencari solusi yang baik sehingga harapan masyarakat itu dapat dikabulkan,” pungkasnya mengakhiri.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar