NEGERI UJUNG UTARA

NEGERI UJUNG UTARA
PWI REFORMASI

Senin, 04 April 2011

Natuna Belajar Perikanan ke China

http://www.tribunnews.com/2010/11/02/natuna-belajar-perikanan-ke-china
Laporan Tribunner, Rikyrinovsky dari Natuna

TRIBUNNEWS.COM-
Potensi perikanan di laut Natuna yang sangat besar tapi belum maksimal pemanfaatannya mendorong DPRDnya belajar perikanan ke China. Rombongan DPRD Natuna yang terdiri dari ketuanya Candra didampingi 6 anggota, 2 Kabag di Sekwan mengunjungi Shanghai Expo 2010.

Mereka juga menghadiri pertemuan bersama anggota Asosiasi Perikanan dan Kelautan di Shanghai serta melakukan kunjungan ke pabrik Etemal, pengolahan ikan terbesar di Shanghai.

Ketua DPRD Natuna, Chandra menjelaskan, potensi perikanan di Natuna bisa menghasilkan 1 juta ton per tahun. Tapi kenyataannya hingga kini belum 36 persen termanfaatkan. Akibatnya, banyak ikan dicuri oleh nelayan asing serta pemanfaatan hasil tangkapan juga belum maksimal.

Ia optimis di tahun 2015, Natuna akan menjadi penghasil ikan terbesar di tanah air karena memiliki laut yang sangat luas bahkan mencapai 98 persen dari luas wilayah Natuna itu sendiri.

Mereka yang berangkat ke China antara lain Hadi Candra, M Yunus, Yuni Ngesti Suprapti, Ilyas Kadir, Harmain Usman, Abil Hanafi, dan Raja Marjuni. Sedangkan 2 Kabag di Sekwan yang mendampingi rombongan DPRD adalah Syawal Shaleh, dan Herni. Kunjungan ini juga telah disetujui oleh Mendagri.

Kunjungan itu dimaksudkan untuk belajar bagaimana China mengelola dan memanfaatkan potensi perikanan di negerinya yang kemudian akan dipraktekkan di Natuna.

"Seperti di ketahui, sektor perikanan dan kelautan China berkembang pesat. Tentu, ada pengetahuan yang didapat dari kunjungan itu untuk diterapkan di daerah kita ini,” terang Syawal, Senin (1/11) di Ranai Natuna Provinsi Kepri. DPRD optimis jika penggarapan perikanan di Natuna bisa dimaksmalkan maka akan membuka banyak lapangan kerja.

Natuna memiliki potensi sumberdaya kelautan yaitu sumberdaya perikanan, pariwisata, perdagangan, perhubungan dan industri kelautan.

Candra berharap, ada komitmen dari pemerintah untuk konsen terhadap rencana bantuan sarana transportasi berupa kapal semi kargo, yang dapat direalisaikan pada tahun 2011 mendatang. Sebab, dengan bantuan itu, sendi-sendi perekonomian melalui koperasi dapat bergerak serta pemberdayaan masarakat nelayan dapat dilakukan secara optimal. (*)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

RSS FEED