dimuat http://www.tribunnews.com/2010/12/01/anggaran-rp-19-triliun-tapi-ribuan-penduduk-natuna-miskin
Laporan Riky Rinovsky dari Natunahttp://www.tribunnews.com/2010/12/01/anggaran-rp-19-triliun-tapi-ribuan-penduduk-natuna-miskin
Wartawan Perbatasan Utara Indonesia
NATUNA- Tampak ironis memang. Kabupaten Natuna dengan penduduk 69.319 jiwa memiliki APBD Rp 1,9 triliun tapi hingga tahun 2010 masih tercatat ada 1.178 penduduk miskin atau sekitar 1,7 persen.
Ketua LSM Gerbang Utara, Safrizal Sofyan menyayangkan masih banyaknya jumlah penduduk miskin yang ada di Kabupaten Natuna. Apalagi bila melihat jumlah APBD Natuna yang mencapai Rp 1,9 Triliun.
"Ternyata para stakeholder Natuna belum mampu memanfaatkan dana sebesar itu untuk membangkitkan ekonomi masyarakat dan menghapus kemiskinan,” kata Safrizal menanggapi data yang dirilis Disnaker Natuna tersebut.
"Ya, kita khawatir masa kejayaan Natuna itu tinggal kenangan. Dan Natuna bisa menjadi daerah termiskin," ujar dia.
Dijelaskannya, tahun 2010 APBD Natuna hanya Rp 843 Miliar yang terdiri dari PAD Rp 14,3 Miliar dan Pendapatan Daerah yang lain yang sah Rp 17 miliar. Dana itu dipergunakan untuk belanja langsung sebesar Rp 482 miliar dan belanja tidak langsung sebesar Rp 361 Miliar.
Selanjutnya, untuk Dana Perimbangan tahun 2010 sebesar Rp 547 miliar dan alokasi anggaran pembiayaan daerah yang didapatkan dari Sisa Lebih Perhitungan Anggaran (SILPA) APBD 2009 sebesar Rp 274 miliar serta Dana Alokasi Khusus (DAK) sebesar Rp 24 miliar.
Namun, hingga kini, masih banyak masyarakat yang belum merasakan dana APBD tersebut yang berhubungan langsung dengan pembangunan rill ekonomi rakyat.
Sebagai warga Natuna, ia meminta pihak terkait mampu mewujudkan misi Natuna Mas 2020 dengan pembangunan SDM melalui pemanfaatan SDA Natuna yang melimpah.
"Ini bisa jadi cambuk bagi para balon walikota-wakil walikota yang akan memperebutkan kursi Natuna 1 itu. Sudah ada dua tokoh yang bisa dijadikan pelajaran yaitu mantan Bupati Natuna Hamid Rizal dan Daeng Rusnadi yang hingga kini mendekam di penjara" ujar Safrizal.
Ditemui secara terpisah, Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Natuna, Dra Erida Gustety menjelaskan, laju pertumbuhan penduduk (LPP) di Kabupaten Natuna kurun waktu 10 tahun sebesar 2,79 persen. Angka ini dinilai cukup tinggi, meski jika dibandingkan pertumbuhan penduduk Kepri secara menyeluruh sebesar 5,03 persen, masih rendah.
Berdasarkan laporan hasil Sensus Penduduk (SP) tahun 2010, pertumbuhan penduduk tertinggi terjadi di Kecamatan Bunguran Timur. Hal ini dinilai wajar karena Ranai yang merupakan ibukota kabupaten sehingga menjadi pusat pemerintahan dan pusat perekonomian.
Lanjutnya, dengan sarana dan prasarana yang lebih lengkap dan tersedia dibanding wilayah lain, mengakibatkan arus migrasi ke Bunguran Timur lebih besar. Ditambah lagi dengan sarana transportasi laut dan udara yang cukup mendukung, sehingga memudahkan arus keluar masuk barang dan juga mobilitas penduduk.
Dari hasil SP 2010, tiga kecamatan yang jumlah penduduknya terbanyak adalah Bunguran Timur dengan 23.230 orang, Bunguran Barat dengan 10.827 orang dan Kecamatan Midai 5.015 orang. Sedangkan untuk kecamatan dengan jumlah penduduk terkecil adalah Pulau Laut dengan jumlah 2.200 orang.
Ditambahkan, untuk Kecamatan Serasan dan Serasan Timur mengalami pertumbuhan penduduk terendah, -1,19 persen dan -0,08 persen. Ini disebabkan karena banyak yang keluar untuk melanjutkan sekolah ke jenjang yang lebih tinggi ataupun migrasi untuk bekerja.
Untuk pertumbuhan penduduk dengan perbandingan laki-laki dan perempuan atau sex ratio, sebesar 107,05. Artinya jumlah penduduk laki-laki 7,05 persen lebih banyak dibandingkan perempuan. Sex ratio terbesar terdapat di Kecamatan Bunguran Tengah, sebesar 109,47 dan terkecil di Kecamatan Midai, sebesar 101,49.
Berdasarkan SP 2010 juga didapat data jumlah rumah tanga yakni 17.961 rumah tangga dengan jumlah penduduk 69.319 jiwa. Ini berarti banyaknya jiwa per satu rumah tangga, rata-rata 3,86 orang.
Rata-rata anggota rumah tangga di setiap Kecamatan berkisar 3,55 orang sampai 4,22 orang. Rata-rata jumlah anggota rumah tangga terendah terdapat di Kecamatan Midai yakni 3,55 orang, dan tertinggi di Kecamatan Pulau Laut dengan 4,22 orang. (editor widodo)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar